Selamat datang di kampungternak.com

Pilihan terbaik untuk Aqiqah dan Qurban Anda.

Halal dan Higienis

Jaminan kehalalan dan kehigienis-an makanan adalah keutamaan kami

Hotline Service

Hubungi kami, kami siap melayani pesanan Anda sepenuh hati.

Proses pemotongan dan pengolahan

Karena Syar'i dan amanah adalah moto kami

Jaminan Mutu

Silakan hubungi costumer service kami

Senin, 26 November 2018

Kunjungan Ke Peternak di Kabupaten Pati


Pada hari Ahad Tanggal 25 November 2018 tim Kampung Ternak berkesempatan berkunjung ke Peternak yang ada di wilayah Pati Jawa Tengah tepatnya di Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. Kelompok Ternak dengan nama KTT "Mekar Sari" beranggotakan 23 orang dengan jumlah Populasi Sapi 20 an ekor sapi indukan. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan serta bagaimana cara menyelesaikan masalah yang dihadapi kelompok peternak Sapi

Permasalahan yang muncul adalah kurangnya ketersediannya HMT (Hijauan Makanan Ternak) di wilayah Pati. Hari ini lahan-lahan pertanian produktif telah banyak dialihkan fungsinya untuk mendirikan gedung, pabrik dan sebagainya. Sehingga hijauan yang dapat dijadikan pakan sapi juga berkurang. Kelangkaan hijauan pakan akan menjadi salah satu kendala dalam beternak sapi. Walaupun kita telah menanam rumput di sekitar kandang dan masih saja tidak cukup.




Permasalahan selanjutnya adalah terbatasnya akses terhadap informasi Teknologi. Peningkatan produktivitas pertanian (lahan, tanaman maupun ternak) dapat terjadi dengan penerapan teknologi atau metode-metode baru dalam beternak. Demikian pula halnya dengan pengembangan ternak sapi. penggunaan teknologi baru tidak dapat dilepaskan "keampuahannya" mengingat dinamika perubahan preferensi konsumen akan produk ternak sapi yang cepat berubah (Soekartawi, 2003).

Kualitas daging sangat dibutuhkan untuk semakin ditingkatkan. Tetapi, kondisi di KTT “Mekar Sari” ternyata menunjukkan bahwa para petani masih kurang optimal memperoleh informasi mengenai perbaikan teknologi untuk budidaya ternak sapi secara baik dan menguntungkan. Mereka masih memanfaatkan teknologi pemeliharaan ternak sapi berdasarkan pada pengalaman terdahulu dan informasi dari temannya sesama peternak. 

Penyampaian informasi teknologi melalui kegiatan penyuluhan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati belum maksimal. Artinya penyuluhan yang dilakukan kurang intensif kepada Kelompok Ternak binaan yang ada di Wilayah Kabupaten Pati sehingga pengetahuan peternak terhadap teknologi pemeliharaan ternak sapi masih relatif kurang, seperti dalam aspek cara pemberian pakan (jenis, kuantitas, dan campuran atau kombinasi pakan), vaksinasi, pengenalan dan penanganan terhadap penyakit, serta teknik pengandangan. Padahal informasi teknologi tersebut akan mampu memberikan peningkatan produktivitas maupun kualitas produk yang dihasilkan. Ini berarti bahwa subsistem penunjang seperti penyuluhan maupun informasi belum memberikan dukungan yang cukup signifikan terhadap tercapainya tujuan pengembangan agribisnis. Sementara pada sisi lain, teknologi budidaya ataupun pemeliharaan ternak sapi merupakan bagian yang sangat penting dalam mendukung subsistem produksi primer guna memperoleh tambahan hasil melalui perbaikan kualitas dan kuantitas produksi.

Selain itu, askes terhadap informasi yang terbatas terlihat pada informasi pasar yang berkenaan dengan harga sapi dan daging sapi. Keberadaan KTT “Mekar Sari” yang memiliki jaringa informasi sangat terbatas menyebabkan mereka "sepertinya" menyerahkan pasar kepada pembeli. Atau dengan kata lain, terbatasnya informasi pasar mengakibatkan peternak tidak memiliki posisi tawar yang menguntungkan. Diperlukan adanya upaya-upaya untuk mengatasi masalah tersebut, di antaranya adalah dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan, penyebaran informasi dan teknologi dari pihak pemerintah kepada Kelompok Peternak Astiti Karya. Selain itu, diperlukan juga adanya fasilitasi untuk mendekatkan hubungan antara kelompok dengan pengusaha sebagai cumber informasi balk untuk penyediaan sarana produksi maupun pemasok produk.

Pembuatan Kandang Sapi


Permasalahan terakhir adalah masalah permodalan, Sukartawi (1989) dalam bukunya menyebutkan bahwa ketersediaan modal merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting artinya dalam pengembangan usaha ternak. Demikian juga halnya dengan usaha pengembangan agribisnis bahwa lembaga pembiayaan agribisnis memegang peran yang sangat penting. KTT “Mekar Sari” memiliki kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal usaha pengembangan ternak dari lembaga keuangan yang ada. Kesulitan ini disebabkan karena belum adanya "agunan" memadai yang harus diserahkan kepada pihak lembaga keuangan sebagai jaminan. Program pembiayaan yang dicanangkan oleh pemerintah masih mensyaratkan agunan guna memperoleh fasilitas pembiayaan, sehingga bagi Kelompok Peternak sulit tersentuh oleh program itu.

Perlu diketahui juga bahwa penguasaan (pemilikan) agunan seperti tanah bagi masing masing peternak adalah sangat terbatas, ditambah lagi di antara anggota Kelompok Peternak adalah sebagai penyakap atau petani itu sendiri. Dengan terbatasnya kemampuan penyediaan modal usaha, maka para petani anggota Kelompok Peternak belum mampu untuk menerapkan teknologi pemeliharaan ternak sapi secara baik, khususnya dalam penyediaan kandang yang memadai, dan pakan ternak selain hijauan, yang mampu meningkatkan berat badan lebih tinggi. Akibatnya, produktivitas ternak sapi yang dihasilkan belum optimal.

Berdasarkan hasil pembahasan, sharing, dan diskusi dengan KTT “Mekar Sari”  upaya yang dilakukan kedepannya adalah dengan meningkatkan akses pada teknologi dan informasi, penyediaan permodalan usaha, penguatan kapasitas para petani dalam manajemen serta administrasi, maupun membangun kemitraan.




 Ahad, 25 November 2018

 Tim Kampung Ternak