Rabu, 24 Juni 2015

Cara Membuat Fodder Jagung

Hidroponik adalah sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Media yang digunakan dalam hiroponik hanya media cair dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

Bertanam dengan sistem hidroponik memiliki beberapa keuntungan. Sistem bertanam hidroponik bisa menghasilkan produk tanaman yang besar dengan periode yang lebih cepat dan lahan yang lebih sempit daripada pertanian tradisional. Penggunaan pestisida dan obat-obatan kimia yang hampir tidak ada merupakan keunggulan tersendiri dari pertanian hidroponik. Dengan hidroponik produksi tanaman dapat dihasilkan sepanjang tahun dan tidak bergantung pada musim karena tanaman yang ditumbuhkan dengan sistem hidroponik tumbuh dalam kondisi tertutup atau terproteksi.

Fodder hidroponik

Hidroponik juga dapat diaplikasikan untuk menghasilkan pakan hewan ternak atau fodder. Sistem fodder hidroponik biasanya dengan cara menyemai biji-bijian sereal seperti barli, gandum, sorgum dan jagung atau bisa juga biji-bijian legum seperti alfalfa. Kalau di luar negeri biasanya yang dipakai untuk fodder hidroponik adalah rumput barli karena memiliki kandungan nutrisi tertinggi. Namun tidak menutup kemungkinan untuk jagung juga bisa dikembangkan.

Sistem fodder hidroponik terdiri atas rak-rak yang digunakan untuk menempatkan baki atau nampan sebagai tempat menyemai biji fodder. Setelah benih direndam semalaman biji di sebar ke nampan atau baki. Selama masa perkecambahan biji dijaga supaya dalam keadaan lembab tapi tidak berlebihan atau air jangan sampai menggenang. Nampan atau baki biasanya dilubangi sebagai drainase sedangkan penyiraman dan pemberian nutrisi diatur melalui sprayer otomatis atau manual.

Benih untuk fodder biasanya mulai berkecambah dalam waktu 24 jam dan dalam waktu 5 - 8 hari sudah tumbuh dengan ketinggian sekitar 15 - 20 cm. Setelah fodder diambil dari nampan, langsung bisa diberikan ke ternak kambing. Ternak kambing bisa memakan keseluruhan bagian dari fodder, baik daun, batang dan akar. Pakan fodder merupakan pakan dengan limbah yang sangat sedikit. Sebagian kambing mungkin tidak mau memakan karena belum terbiasa. Namun hal itu bisa diatasi dengan cara membiasakan pakan fodder tersebut.

Tempat paling ideal untuk membuat hidroponik adalah greenhouse. Karena dengan greenhouse dapat mengontrol kondisi suhu, cahaya dan kelembapan. Kondisi lingkungan yang tepat adalah di suhu 70 derajat Fahrenheit, kelembapan 60% dan pencahayaan 16 jam per hari. Untuk hal ini bukan tidak mungkin untuk membuat fodder hidroponik membutuhkan investasi yang cukup besar.
Cara membuat fodder hidroponik jagung

Secara sederhana fodder hidroponik bisa dibuat dengan sistem yang sederhana. Rak-rak yang sederhana dan nampan-nampan yang dapat dibeli dipasaran. Tanpa pengatur suhu, kelembapan dan cahaya tambahan. Berikut adalah cara-caranya:
  1. Cuci benih jagung, buang kotoran yang mengambang.
  2. Rendam dengan air hangat kuku atau air dingin atau air plus mikroba 2 cc./ liter air. pilih yang mana terserah. Perendaman selama 12 jam ke atas. ( minimal 12 jam )
  3. Tiriskan. lalu masukkan kantong plastik gelap atau ember dan tutup rapat selama 12 jam
  4. Setelah keluar calon akar, sebarkan tipis satu shaf ( jangan bertumpuk ) dan tutup pakai plastik atau kain kaos sampai keluar bakal daun
  5. Buka penutup dan lakukan penyiraman kontinyu. penyiraman boleh memakai alat siram apa saja. bisa pakai semprot, bisa pakai gayung, yang penting praktis. lebih ringan dan praktis pakai pompa aquarium. kontruksi diatur sedemikian rupa agar air bisa sirkulasi naik turun bolak balik , sehingga bisa hemat air.
  6. Pada umur 6 hari batang mulai merah. Pemanenan dilakukan apabila sudah memenuhi 10 x berat benih( biasanya tidak sampai 10x) , atau ketebalan akar kira kira 5 cm. atau terserah anda tergantung keinginan.
  7. Sebelum dikasihkan ternak, fodder diangin anginkan dulu supaya akar bisa kering dari air, bukan kering dijemur.

Pakan dari Fodder hidroponik  itu masih muda dan fress sepadan dengan rumpu yang masih segar. Oleh karena itu pakan fodder hidroponik biasanya memikiki palatibilitas yang tinggi.

Kesulitan dalam mengembangkan fodder hidroponik di indonesia adalah iklim yang tropis sehingga mudah sekali untuk berkembangnya jamur. Dibawah ini adalah gambar dari fodder hiroponik dari joynim farm.


Biji fodder yang berkecambah akan berubah kandungan nutrisinya. Enzim yang bekerja selama perkecambahan akan merubah zat-zat kompleks menjadi lebih sederhana. Misalnya zat pati akan diubah menjadi gula sederhana, protein menjadi asam amino, dan lemak diubah ke dalam asam lemak. Fodder hidroponik juga mengurangi jumlah zat anti nutrisi seperti asam phitat.

Pakan fodder hidroponik mengalami penurunan jumlah total energi. Meningkatnya persentase jumlah protein berakibat pada hilangnya bahan kering fodder. Pakan fodder hidroponik memiliki kandungan air yang tinggi. Menurut laporan analisis bahan pakan ternak, pakan fodder hidroponik mengandung bahan kering antara 12-15 %. Jumlah bahan kering tersebut sangatlah sedikit apabila dibandingkan jumlah bahan kering biji yang mencapai 90%.

Apabila kandungan air pada pakan fodder hidroponik diabaikan, biaya pakan fodder hidroponik sangat murah. Misal perKG biji jagung harganya Rp. 3.000,- setelah menjadi 10 kg fodder maka per kg pakan fodder hidroponik biayanya Rp. 300,-. Hitungan ini seolah pakan fodder hidroponik bisa menjadi solusi untuk menyediakan pakan ternak kambing yang murah. Akan tetapi apabila fodder dikonversi ke bahan kering sebenarnya pakan fodder hideoponik ini sangatlah mahal. Dengan bahan kering 12% maka dari 10 kg pakan fodder hiroponik hanya ada 1,2 kg bahan kering. Biaya per kg bahan kering hampir sama dengan harga biji. Belum termasuk ekstra tenaga untuk perawatan fodder hidroponiknya. Jadi sebenarnya biaya pakan fodder hidroponik sama seperti harga pada umumnya, misalnya hay jagung atau silase jagung. Belum lagi apabila produksi fodder hidroponik tidak mampu mencapai 10 x lipat dari benih fodder.

SUMBER : kambingjoynim