Rabu, 25 Maret 2015

Chandra Liang CEO Esprecielo Group

Bodoh, malas, miskin, tidak percaya diri, kuno, kekanak2an, kurang gaul, close minded, dan tidak pintar olahraga. Itulah saya, di masa SMP – kuliah. Tidak seperti kebanyakan anak2 lainnya di sekolah saya (Santo Aloysius Bandung) yang kaya2, saya malah hidup pas2an karena Almarhum Papa saya ditipu bisnisnya oleh saudara sendiri. Ditambah lagi, saya bukan anak yang berprestasi, malah selalu berada di urutan hampir terakhir dari 40 murid per kelas. Parahnya juga, saya juga tidak punya bakat di bidang seni, olahraga, bahkan kegiatan organisasi. Singkat kata, saya adalah anak yang sial dan bodoh sejak 1998 – masa2 kuliah.

Mulai tahun 2005, saya kuliah di jurusan IT Universitas Kristen Maranatha, setelah sebelumnya keluar dari Universitas Katolik Parahyangan karena saya terlalu bodoh dan malas. Tidak seperti anak2 IT lain yang senang memakai Internet untuk mempelajari pemrograman dan berbagai mata kuliah lainnya, saya lebih suka ngaskus ngalor ngidul gak jelas. Saat itu, saya memang sangat bingung, hidup gak jelas dan gak bertanggung jawab, cuma “dijalanin doank” tanpa ada tujuan hidup. Sampai suatu saat di tahun 2007, saya bertemu dosen kewirausahaan yang nyentrik. Berbeda dengan dosen lain yang mengajarkan ilmu2 baku dan kaku, sang dosen, Pak Indra, yang ternyata juga salah satu praktisi bisnis,, mengajarkan para muridnya untuk langsung ACTION. Saat itu, dosen kewirausahaan seperti itu memang masih langka sekali, tidak seperti saat ini dimana gerakan kewirausahaan memang mulai didukung oleh pendidikan formal.

Mulai saat itulah, saya merasakan suatu perasaan yang kuat sekali dalam diri saya, yang belakangan ini sering disebut dengan PASSION. Saya pun membeli buku2 tentang bisnis yang bersifat praktis (bukan teori), dan PASSION tersebut semakin nyata. Singkat kata, bermodalkan uang 2 jutaan di tabungan hasil arisan dengan saudara2 selama 2 tahun, saya pun membuka sebuah bisnis minuman kecil2an pertama saya bersama seorang partner. Dan perjalanan bisnis saya pun dimulai…

MIZU Coffee Shop and Juices (prototype) (2007)
Bisnis pertama saya bersama seorang teman baik saya, Bobby, yang sekaligus menjadi Partner saya sampai akhir 2008. Bisnis pertama ini gagal, tutup setelah 2 bulan buka di tempat yang salah

MIZU Coffee Shop and Juices (2007 – 2008)
Sukses di tahun pertama, buka cabang kedua
Gagal di tahun kedua, tutup karena sewa tempat dinaikkan gila2an.

Franchise Ocorn (2007)
Gagal, tutup setelah 5 bulan

C-Corn Roasted Corn (2007-2008)
Gagal, tutup setelah buka di 2 tempat

Online Shop Sarang Kopi di FJB Kaskus (2008 – 2010)
Bisnis pertama yang Sukses, dan mengantar saya bisa bisa jadi saya yang ada saat. BIG THANKS to Kaskus, yang menjadi sarana jualan terbaik saya di saat saya memulai. Tanpa Kaskus, tidak akan ada Esprecielo Group. Online Shop Sarang Kopi masih ada sampai saat ini, namun sejak tahun 2010, saya fokus dalam membesarkan Esprecielo Brand dan Online Shop Sarang Kopi saya serahkan ke teman saya, yang sampai saat ini masih aktif di Online Shop tersebut.

Bel Canto Coffee Distributor (2008 – …..)
Selain Online Shop, di tahun 2008 saya juga berkenalan dengan pemilik industri kopi kecil di malang, dengan Brand Bel Canto Coffee. Dan saya masih menjadi distributor Bel Canto Coffee sampai saat ini.

Gerobak Sarang Kopi (2008)
Gagal di MIZU, dengan modal yang tersisa, saya pun buka Gerobak Sarang Kopi dengan konsep Warung Kopi di pinggir jalan. Bisnis tersebut hanya bertahan beberapa bulan, namun itu menjadi sejarah tak terlupakan, karena dari bisnis sekelas gerobak pinggir jalan tersebut, saya mulai dikenal dan dibahas di internet.

Sarang Kopi Café (akhir 2008 – awal 2009)
Gagal dengan Gerobak Sarang Kopi, saya bukannya kapok. Dalam keadaan bangkrut, saya malah mencari pemodal yang bisa mempercayai saya untuk buka Coffee Shop di Mall. Di situlah saya bertemu dengan Partner sejati saya, yang kebetulan bernama sama dengan saya, Chandra juga. Partner saya Bobby memutuskan keluar dari bisnis karena ingin bekerja secara formal. Dan partner sejati saya, Another Chandra, langsung saya bawa gagal di perpartneran kami yang pertama.

Classic Coffee Drip (2009 - …..)
Gagal dengan Café, tanpa tahu malu saya mengajak partner saya untuk membuat alat kopi sederhana ala Vietnam. Kami melakukan kontrak dengan pabrik stainless steel dan mempatenkan bentuk Vietnam Coffee Drip tersebut untuk wilayah Indonesia. Sambutan untuk bisnis ini cukup baik, dan berjalan menguntungkan, walau omzetnya tidak besar.

Supplier Café (2009 – 2010)
Kami juga pernah membuka bisnis supply kopi dan alat kopi untuk cafe2 di Bandung, namun sayang pergerakannya datar2 saja dan tidak berjalan menguntungkan.

Sarang Kopi Outlet (2010)
Kami juga sempat buka Toko Kopi yang menjual aneka ragam kopi dalam bentuk biji maupun bubuk, bersama seorang teman kuliah saya. Namun setelah beberapa bulan, partner saya tersebut kabur, menutup toko, dan mengambil uang yang ada di toko. Bisnis tersebut pun umurnya hanya beberapa bulan saja.

Distributor Wedang Braga
Bisnis ini hanya bertahan beberapa bulan. Pihak principal yang semula bermulut manis, dalam waktu beberapa bulan sudah tidak sabar, dan mencabut status saya sebagai Partner Distributor.

Esprecielo Group (2011 - …….)
Bisnis ini dimulai di masa tersulit hidup saya, yaitu tahun 2010. Bisnis saya yang ada belum ada yang benar2 berjalan dengan baik. Di tahun yang sama, Almarhum Papa saya terkena Kanker Nasofaring, dan rumah kami hampir disita Bank karena hutang Almarhum Papa menumpuk, yang diawali ditipu saudara sendiri di tahun 2001. Finally rumah kami dijual dengan harga murah dan kami mengontrak di rumah yang sederhana, dan kami tidak punya uang lagi selain dari penghasilan pas2an saya di bisnis online. Tapi di tahun tersebut pula, saya nekad melepas penghasilan utama saya (Online Shop) demi membangun Brand Esprecielo. Saat itu saya tidak ingin mengecewakan Another Chandra, partner yang telah saya bawa gagal berkali2 dalam investasinya, serta karyawan loyal saya selama bertahun2 (dari awal mulai bisnis 2007) yang kini sudah menjadi Direktur Operasional, Agustinus.

Dimulai dari sebuah garasi kecil dengan 2 karyawan, dengan Impian dan Passion yang sangat kuat, kini Esprecielo Group telah memiliki produk yang banyak (Caffe Latte, Tea Latte, Chocolate, Cookies, Snack) dengan distribusi ke ribuan supermarket dan minimarket di kota2 besar di Indonesia, serta sudah rutin diekspor ke HongKong. Dimulai dari omzet 9 juta per bulan, kini omzet Esprecielo Group sudah mencapai 1.5 milyar per bulannya, dan kami akan maju terus melipatgandakan perbesaran Esprecielo Group serta mencapai Visi kami :
Affordable Premium Taste Experience for Everyone

Saat ini kami telah memiliki Team yang banyak dan solid, dan saya sendiri akan mulai menyisihkan waktu lebih banyak untuk membantu para UKM di Indonesia dengan melakukan sharing pengalaman saya memulai bisnis dari minus di masa sulit. Saya sangat tergerak untuk bisa menginspirasi dan menjadi panutan bagi para pengusaha muda yang sedang menjalankan bisnis, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila kita memiliki impian yang besar dan tidak pernah mengenal kata menyerah.

sumber : kaskus