Rabu, 11 Februari 2015

'Vitamin' Jokowi: Pegawai Pajak Naik Gaji, Bea Cukai Dapat Bonus

Jakarta -Pada pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pegawai di 2 institusi pengumpul penerimaan negara, yaitu Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak dan Ditjen Bea Cukai mendapat angin segar. Target penerimaan perpajakan Rp 1.400 triliun lebih yang harus dikumpulkan kedua institusi tersebut, membuat pemerintah berencana untuk memberi 'vitamin'.

Untuk pegawai Ditjen Pajak, pemerintah lewat Kementerian Keuangan sudah berencana untuk menaikkan gaji pegawai institusi ini. Bahkan gaji Dirjen Pajak akan dinaikkan menjadi Rp 100 juta lebih per bulannya.

Tak hanya Dirjen Pajak, gaji seorang pegawai pajak di level Account Representative (AR) dinaikkan. Bahkan bisa lebih tinggi dari gaji menteri yang mencapai Rp 20 juta/bulan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini gaji rata-rata pegawai pajak di level AR adalah Rp 8 juta/bulan.

"Dengan sistem baru, gaji AR akan lebih tinggi dari gaji menteri. AR bukan pejabat eselon, tetapi gajinya melebihi menteri," kata Bambang tanpa menyebutkan berapa kenaikan gaji AR di Ditjen Pajak beberapa saat lalu.

Di tahun ini, Ditjen Pajak punya tugas berat. Penerimaan institusi ini ditargetkan mencapai Rp 1.300 triliun. Naik dari realisasi tahun lalu Rp 900 triliun.

sumber : detik finance