Senin, 02 Februari 2015

Tak kenal maka tak sayang

Kesadaran pajak akan tumbuh apabila wajib pajak tahu manfaat pajak yang sebenarnya. “Tak kenal maka tak sayang,” demikian ungkap Ani Natalia,SE.M.Ec. (29/1/2015) Kepala Bidang P2Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Pusat selaku pembicara kedua seminar dalam rangka pembentukan tax center di kampus I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Senayan, Jakarta Pusat.

Masyarakat telah menikmati segala fasilitas yang telah disediakan oleh Negara. Pemerintah terus berupaya membangun dan memperbaiki jalan, pelabuhan, listrik, subsidi, pendidikan dan lain sebagainya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

“Dana yang digunakan pemerintah untuk menyediakan semua sarana dan prasarana berasal dari Pajak,” terang Ani. Infrastruktur yang tersedia saat ini merupakan hasil pengumpulan pajak yang telah dibayar oleh para pendahulu.

Saat ini masyarakat dapat menikmati semua sarana prasarana yang tersedia untuk melakukan berbagai kegiatan usaha atau bekerja untuk penghidupan dan kemakmuran bersama. Masyarakat yang beruntung yang mendapatkan kemampuan atau penghasilan lebih, akan timbul kewajiban untuk membayar pajak. sedangkan masyarakat yang belum beruntung tidak perlu membayar pajak, justru akan mendapatkan subsidi.

Acara peresmian pembentukan tax center diselenggarakan di Kampus I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) bekerjasama dengan Kanwil DJP Jakarta Pusat dilanjutkan dengan Seminar dengan tema “Peluang dan Tantangan Perpajakan bagi Dunia Pendidikan dan Dunia Bisnis Indonesia dalam menyongsong Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”.

Seminar dihadiri rektor,dekan, dosen, mahasiswa dan masyarakat umum dengan moderator Usmar Ismail, SE, MM (Wakil Dekan I) dan sebagai pembicara pertama Dr.Ir. Jos Andy T,.MM sebagai pelaku bisnis internasional, kedua Ani Natalia,SE.M.Ec. Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Jakarta Pusat.