Senin, 02 Februari 2015

Perusahaan Alibaba Menuju IPO Terbesar Sepanjang Sejarah

Kantor pusat Alibaba Group berdiri megah di kota Huangzhou, Tiongkok di tahun 2012. Dalam sejumlah pemberitaan akhir-akhir ini.

Anda pasti mendengar nama Alibaba disebut-sebut. Namun, belum banyak orang terutama di Indonesia yang mengetahui secara mendalam apakah Alibaba itu dan bagaimana perusahaan ini bisa menjelma sebesar sekarang di negeri asalnya Tiongkok.
Image credit: Wikimedia

Alibaba menyediakan platform ecommerce yang dipakai oleh ratusan juta perusahaan dan konsumen di Tiongkok.

Perusahaan itu didirikan tahun 1999 oleh Jack Ma (49), seorang sarjana dan guru bahasa Inggris yang bersemangat merintis bisnis Internet yang menurutnya berpotensi sangat tinggi di masa mendatang. Ma yang bukan programmer dan tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang teknologi itu kini adalah pimpinan eksekutif Alibaba dan menguasai sekitar 9% saham dalam perusahaannya.

“Saya selalu berharap bahwa saya lahir di masa perang. Saya mungkin akan menjadi seorang jendral. Saya berpikir tentang hal-hal yang saya bisa capai dalam peperangan,”ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

Ma mengemban tanggung jawab sebagai pimpinan eksekutifnya di bulan Mei 2013 setelah turun dari jabatan CEO. Meskipun Alibaba kini menggabungkan aspek-aspek keunggulan Amazon dan eBay, perusahaan itu juga memiliki saham yang besar di perusahaan pembayaran yang bernama Alipay yang ditujukan untuk mempermudah transaksi antarperusahaan yang berada di dalam negeri Tiongkok dan asing.

Alibaba secara resmi mengajukan penawaran saham perdana (IPO) pada tanggal 6 Mei 2014 dan mulai perdagangan saham di New York Stock Exchange (NYSE) pada tanggal 19 September 2014 lalu. Saham-sahamnya mencapai kisaran harga US$93,89 di hari pertama perdagangan, sekitar 68% lebih tinggi daripada harga saham IPO-nya yang mencapai US$68. Secara terbuka, IPO ini dinyatakan sebagai IPO terbesar di Amerika Serikat dan membuatnya Alibaba melesat dengan nilai valuasi US$231 miliar.

Sekitar 84% pemasukan keseluruhan perusahaan ini (yang totalnya $6,5 miliar dalam 9 bulan menjelang Desember 2013) berasal dari situs perdagangan online Tiongkok, Taobao. Konsep yang digunakan dalam Taobao mirip dengan eBay. Selain Taobao, sumber pemasukan Alibaba yang lain ialah situs Tmall yang dikatakan mirip dengan Amazon tetapi bercitarasa Tiongkok. Perusahaan ini kurang dikenal di AS dan posisinya kurang kuat di pasar negeri Paman Sam.

Valuasi prediksi senilai $167 miliar dianggap akan membuat Alibaba menjadi lebih besar daripada perusahaan-perusahaan teknologi asal AS seperti Amazon (dengan kapitalisasi pasar $150 miliar), dan Twitter ($31 miliar). Apple ($610 miliar), Facebook ($200 miliar), Google ($401 miliar), dan Microsoft ($384 miliar) masih akan menjadi yang pesaing berat bagi Alibaba.

sumber  (www.eciputra.com)