Kamis, 19 Februari 2015

Misteri Angka "21" Bob Sadino

Bob Sadino merupakan sosok yang inspiratif, ada begitu banyak kenangan yang melekat pada diri Bob Sadino ini, gaya berpakaiannya yang menjadi ciri khas dengan memakai kemeja lengan pendek serta celana pendek, tentang gaya tuturnya yang ceplas-ceplos dan juga beragam kiat suksesnya yang ia sebut diraihnya di “jalanan“.

Om Bob begitulah sapaan akrab baginya, di di kenal sebagai sosok pengusaha yang nyentrik, cerita mengenai rumah miliknya pun cukup unik. Ada misteri dengan angka 21 di rumahnya yang terletak di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Terkait dengan rumahnya, Bob bercerita banyak, Berikut cerita Om Bob soal rumahnya, pada Minggu 28 Maret 2010.
Cerita Bob Sadino Terkait dengan Rumahnya

Rumah Bob Sadino yang terletak di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, memiliki halaman sangat luas. Tapak rumahnya berukuran 1.500 meter persegi.

”Rumah saya ini tipe 21. Tanahnya 2 hektar rumahnya 1, ha-ha-ha...,” canda Bob Sadino, yang merupakan pemilik toko serba ada Kem Chicks itu.

Masih dengan mengenakan celana pendek yang sudah menjadi ciri khasnya, Bob mulai bercerita tentang segala sisi rumahnya. Satu hal yang pasti, rumah Bob yang terkesan sangat mewah itu sesungguhnya justru dapat menjadi sangat sederhana apabila kita bisa memahami pikiran pemiliknya.

Menurut Bob luas tanah yang berukuran 2 hektar tersebut bukanlah kemewahan karena dia tidak mendewakan ukuran, melainkan semata memanfaatkan yang ada.

”Begini. Kebanyakan orang telah punya mindset bahwa kalau rumahnya besar, itu kemewahan. Tunggu dulu. Bagi saya, ukuran bukan yang utama. Saya cuma ingin rumah yang tidak sempit untuk segala aktivitas saya dan keluarga dan kerabat. Jadi, ya saya bangun dengan ukuran ini,” Bob mulai menjelaskan.

Rumah Bob Sadino sungguh-sungguh sangat pribadi bagi Bob. Hal itu karena hampir 80 persen barang di dalamnya merupakan khas Bob Sadino. Misalnya pada mebel-mebel yang dimiliki Bob, sebagian besar bukanlah mebel mewah yang dibeli di toko, melainkan dari aneka kayu yang didapat Bob di sana-sini.

Rumah Tipe “21” Pengusaha Nyentrik Bob Sadino

Yang cukup menarik yakni kisah Bob mendapatkan ribuan potong batu yang seakan batu bata bekas penghias bagian dalam ruang tengahnya. Bob mengatakan bahwa dia mendapatkan semua batu tersebut dari California, Amerika Serikat! Berton-ton batu itu diangkut tidak dengan kapal laut, melainkan dengan pesawat udara, tentu saja biayanya sangatlah mahal.

”Saya datangkan batu-batu yang seakan bata bekas, padahal ini batu yang sengaja dibuat seperti ini dan disebut cultured stone, dengan pesawat terbang karena saya ingin cepat sampai,” kata Bob sambil menambahkan bahwa dia langsung jatuh cinta saat melihat contoh batu itu dalam sebuah kunjungannya ke AS sekitar 20 tahun lalu.

Bahkan yang cukup menarik lagi Bob mempekerjakan 20 orang pekerja rumah tangga, ”Ha-ha-ha…, sekali lagi, itu mindset orang bahwa kalau pembantunya banyak itu kemewahan. Bagi saya, ini kebutuhan. Dua puluh pembantu kadang bahkan sangat kurang. Kala musim kemarau, semua tanaman di rumah ini tidak boleh mati. Maka, ke-20 pembantu saya bisa kewalahan menyiraminya,” papar Bob.
Misteri Dibalik Angka 2121 Dirumah Bob Sadino

Rumah Bob Sadino memang begitu sangat unik dengan misteri angka 2121, bahkan rumah Bob ditandai dengan pintu gerbang besi dengan angka 2121. Selain tipe rumahnya yang tipe 21, juga nomor rumah yang 2121, masih banyak 2121 lain di dalam rumah Bob Sadino. Semua mobilnya juga memakai pelat nomor 2121.

Saat ditanya terkait dengan angka 2121 tersebut, Bob hanya menjawab ia hanya suka angka 2121 itu tanpa mau tahu apa maknanya dan tanpa harus ada penjelasan mengapa angka itu yang dipakainya.

”Sekadar suka, tanpa alasan apa pun, apakah tidak boleh?” tanyanya jenaka.

Bob juga bercerita tentang banyak hal pribadinya, termasuk kesukaannya memakai celana pendek. Pada tahun 1980-an, Bob tetap memakai celana pendek saat menerima kunjungan Presiden Soeharto ke kebunnya, yang sekarang menjadi rumahnya itu.

”Bagi saya, pakaian adalah kepribadian. Soal tudingan bahwa celana pendek simbol tidak menghargai orang lain, itu sekali lagi hanyalah mindset orang kebanyakan. Saya pernah diusir dari Gedung DPR karena semata mengenakan celana pendek. Saya dituntut memakai celana panjang kalau mau masuk ke gedung rakyat itu. Oke, saya mau bertanya. Lebih baik mana, celana pendek tapi dibeli dengan uang sendiri atau celana panjang tetapi dibayar dengan uang rakyat? Ha-ha-ha,” Bob menuturkan.