Sabtu, 14 Februari 2015

Kemiripan Strategi Bisnis Dengan Strategi Militer


Dalam banyak hal, strategi bisnis memang mirip dengan strategi militer. Tujuan utama dari strategi bisnis maupun militer adalah memperoleh keunggulan kompetitif. Baik organisasi bisnis maupun militer berusaha memanfaatkan kekuatan mereka untuk mengeksploitasi kelemahan lawan. Jika strategi suatu perusahaan salah (tidak efektif), semua efisiensi di dunia ini tidak akan cukup untuk menghantarnya pada kesuksesan. Keberhasilan bisnis atau militer biasanya bukan merupakan hasil yang baik dari strategi yang kebetulan.

Baik organisasi bisnis maupun militer mesti beradaptasi pada perubahan dan terus-menerus memperbaiki diri agar sukses. Tak jarang,perusahaan tidka mau mengubah strategi mereka ketika kondisi lingkungan dan persaingan membutuhkan adanya perubahan.
Hasil belajar para penyusun strategi militer selama berabad-abad ini pun memberi keuntungan bagi para penyusun strategi bisnis dewasa ini. Salah satu strategi perang yang kerap digunakan dalam strategi perencanaan bisnis adalah seni perang “Sun Tzu”. Gantilah kata perang atau pertempuran denganstrategi atau perencanaan strategis maka petikan-petikan naratif dari Sun Tzu berikut ini dapat diberlakukan untuk strategi bisnis pada perusahaan dewasa ini dimana berkompetisi secara agresif diperlukan untuk mampu bertahan dan tumbuh.

Perang adalah sesuatu yang sangat penting bagi sebuah negara : persoalan hidup atau mati, jalan menuju kemenangan atau kehancuran. Karenanya, tak bisa tidak, perang mesti dipelajari secara cermat. 

Secara umum, di dalam perang kebijakan yang terbaik adalah merebut sebuah negara dalam keadaan utuh; menghancurkannya masih kalah baik dengan kebijakan yang ini. Menangkap seluruh pasukan musuh lebih baik daripada menghancurkannya; merebut sebuah resimen, sebuah perkumpulan, atau sebuah kelompok lebih baik daripada meremukkannya. Sebab, memenangkan seratus perang dalam seratus pertempuran bukanlah puncak tertinggi dari keterampilan. Menaklukkan musuh tanpa bertempur adalah hal yang sempurna. Mereka yang terampil dalam perang mengalahkan musuh tanpa perlu bertempur.

Seni menggunakan pasukan adalah seperti berikut : Ketika sepuluh pasukan kita berhadapan dengan satu pasukan musuh, kepung dia. Ketika kekuatan kita lima kali lipat, serang mereka. Jika kekuatan kita dua kali lipat, pecah-belah mereka. Jikaseimbang, Anda bisa melawannya dengan perencanaan yang baik. Jika lebih lemah, siapkan cara untuk menarik diri. Dan, jika dalam segalanya Anda kalah, carilah jalan untuk menghindarinya.

Kenalilah musuh Anda dan diri Anda sendiri, maka dalam seratus pertempuran Anda tidak akan pernah terkalahkan. Bila Anda tidak tahu tentang musuh Anda, tetapi mengenal diri Anda sendiri, peluang Anda untuk menang atau kalah seimbang. Jika Anda tidak mengenal musuh Anda dan diri Anda sendiri, bisa dipastikan Anda akan kalah dalam setiap pertempuran.

Jika Anda memutuskan untuk terjun ke medan pertempuran, jangan umumkan niat atau rencana Anda. Lakukan segalanya seperti alamiah.

Kompetisi adalah sebuah hal biasa dalam hidup. Tapi bagaimana strategi dan etika kompetisi yang selama ini kita usung hendaknya harus dipertimbangkan dengan baik. Maka ketika Anda memutuskan untuk menantang perusahaan (atau lawan) lain, maka kalkulasi, estimasi, analisis, dan pemosisian yang banyak akan membawa kemenangan. Sebaliknya, sedikit perhitungan mengakibatkan kekalahan.