Senin, 02 Februari 2015

Chilli Pari, Iniah Bisnis Anak Sulung Jokowi

Image credit: Chilliparicatering.com
Dengan mengikuti passionnya sendiri, Gibran sukses di bidang kuliner. Dengan passion yang tinggi, Chilli Pari didirikan Desember tahun 2010 oleh anak tertua presiden terpilih RI 2014-2019 Joko Widodo, Gibran Rakabumi Raka (25). Di usianya yang masih belia saat itu (22 tahun), lulusan Management Development Institute of Singapore 2007 tersebut memilih untuk menjalani bidang bisnis yang berbeda dari sang ayah.

Keinginan menggarap bisnis katering muncul saat ia mengetahui gedung pertemuan Graha Saba Buana milik Jokowi yang tak punya usaha katering sehingga harus menyewa layanan katering pihak lain padahal dari sini banyak sumber keuntungan yang tidak kalah besar.

“Saya tidak tahu nanti adik-adik saya apakah mau meneruskan bisnis bapak atau tidak. Kalau saya, jelas tidak mau,”ujar pemuda itu. Ia tak suka dengan bisnis furniture sehingga memutuskan untuk tidak meneruskan usaha furnitur yang dirintis Jokowi yang bernama Rakabu. Konon keputusan Gibran membuat Jokowi sempat berang.

Keputusan Gibran mendirikan bisnis kateringnya sendiri itu memang membuat Jokowi kecewa. Terbukti dari keengganannya untuk mengucurkan bantuan modal pada usaha baru Gibran. Dan memang ia sendiri tidak ingin menggunakan modal dari orang tuanya yang berada.

Namun, mental entrepreneur Gibran tampaknya tidak membuatnya manja dan patah arang karena kurang didukung Jokowi. Gibran berupaya menghimpun modal bisnisnya sendiri. Ia sempat mengajukan proposal bisnis ke 7 bank tetapi cuma satu yang gol. Berdirilah Chilli Pari dengan modal 1 miliar.

Nama yang unik itu dipilihnya dengan alasan “chilli” artinya cabai/ lombok, yang berasosiasi berani dan semangat karena warnanya yang merah. Sementara “pari” adalah kata dalam bahasa Jawa yang artinya padi, yang lekat dengan kemakmuran.

Menurut Gibran, Chilli Pari Catering Solo miliknya itu senantiasa melakukan inovasi, yang menjadi senjata ampuh entrepreneur untuk bersaing dan menang di pasar. Apalagi bisnis katering sudah cukup banyak di Solo, tempat Chilli Pari beroperasi. Tak ayal, banyak inovasi yang harus ia lakukan agar bisnisnya itu bukan usaha katering biasa-biasa saja. “Traditional taste, modern touch,”ungkap si pengusaha muda itu bangga.

Keunikan bisnis katering Gibran terletak pada menu-menunya yang inovatif. Makanan-makanannya serba baru, hasil uji coba sendiri. Meski demikian, Chilli Pari masih mempertahankan ciri khas Solo dalam penyajian makanannya yaitu cara penyajian ala “piring terbang”. Inilah upayanya untuk memahami karakter konsumen lokal yang kurang menyukai sistem buffet atau prasmanan meskipun diakui makin banyak generasi muda menyukai metode penyajian buffet.

Dengan tekad dan semangat yang begitu kuat, Chilli Pari memang akhirnya mulai menuai sukses. Dari sana, Jokowi mulai memahami keinginan Gibran dalam memilih bidang bisnisnya. Sang ayah pun memberikan dukungan dengan menyarankan Chilli Pari menangani katering pesta pernikahan di gedung pertemuan Graha Saba yang dipunyai Jokowi. Kini tidak hanya di Graha Saba, layanan katering Chilli Pari pun sudah digunakan dalam sejumlah acara berskala nasional dan global.

Chilli Pari Catering yang memiliki tagline “Your One-Stop Wedding Solution” tersebut memiliki kantor di awal mulai beroperasinya. Kantor berdesain restoran mini itu memang menjadi prioritas utama bagi Gibran karena ia ingin menarik para konsumen potensial katering barunya. “[Padahal – pen] di belakang belum ada apa-apa, hanya ada satu kompor,” kenangnya. Kantor ini juga ia fungsikan sebagai tempat pengujian cita rasa menunya sehingga calon pengguna jasa katering bisa mampir dan mencicipi.

Meskipun ia anak sosok terkenal, bukan serta-merta bisnisnya bersinar. Di awal pendirian, Chilli Pari sempat ditolak konsumen potensialnya dan tak jarang terjadi pembatalan pesanan makanan beberapa hari sebelum hari H. Gibran yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Boga indonesia (APJI) Surakarta itu mengakui sebagai bisnis katering baru ia masih harus bekerja keras memupuk reputasi di masyarakat. Mereka yang membatalkan pesanan umumnya tak yakin usaha sebaru itu bisa melayani kebutuhan makanan bagi ribuan tamu.

Untuk memastikan kinerja karyawannya sesuai harapan, tak segan ia turun dan bertanya pada konsumen. Pernah ia masuk ke sebuah acara pernikahan yang dilayani Chilli Pari dan bertanya pada tamu mengenai jasa katering di acara itu yang ternyata terlambat datang. Masukan itu dijadikannya cemeti untuk memperbaiki kinerja.

Saat ini katering itu menjelma menjadi bisnis besar yang mampu menyediakan berbagai layanan terkait pesta pernikahan. Nama Chilli Pari sendiri makin dikenal.

sumber  (www.eciputra.com)