Kamis, 05 Februari 2015

Batu Milik Asmar Ditawar Rp1 Miliar

TERNATE - Alam Indonesia memang dikaruniahi kekayaan yang melimpah oleh sang pencipta. Salah satunya yakni batu-batuan berjenis permata (gemstone) yang akhir-akhir ini marak diburu masyarakat dari berbagai kalangan dan strata ekonomi.

Maluku Utara sendiri pun turut menyimpan kekayaan batu-batuan yang memiliki potensi untuk bersaing dengan batu permata lainnya dari bumi Nusantara. Salah satu yakni Bacan (chysocolla) yakni Palamea dan Doko yang sudah mendunia.

Nah, satu satu yang tengah jadi pembicaraan para kolektor dan pemerhati batu nusantara yakni kehadiran batu asal pulau Obi, kabupaten Halmahera Selatan. Permata jenis chalcedony ini cukup diburu karena memiliki banyak varian warna denga tingkat cristal yang cukup tinggi, seperti merah bata, kuning, orange, putih, kelabu serta hitam atau kombinasi gabungan dari warna-warni tadi.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa bahwa penemuan batu itu sendiri terbilang cukup unik. Berawal kisah unik dan mengandung unsur mistis yang dialami Antar, penemu batu pertama di Pulau Obi. Konon kabarnya, sebelum menemukan batu itu, Antar sempat mengalami mimpi-mimpi dan kejadian unik sebelum menemukan batu Obi.

Nah, batu temuan pertama itulah yang kini berada di tangan salah satu maestro batu nusantara, Asmar H Daud yang terkenal dengan brand King Obi-nya itu, pernah ditawari dengan harga yang cukup tinggi. “Batu itu pernah ingin dibeli dengan harga Rp1 miliar oleh salah satu kolektor juga pelestari batu. Namun, tawaran menggiurkan itu saya tolak karena nilai historis dari batu itu sendiri,” kata Asmar saat diwawancarai Okezone.

Batu dengan bobot kurang lebih 13,5 kilogram berbentuk bulat seperti tengkorak didapat Asmar Daud dari Antar saat berkunjung ke Desa Sum, tempat pertama batu-batu Obi ditemukan di pulau tersebut. “Beliau (Antar), memberikan pada saya dengan mahar yang atas kesepakatan kami berdua tidak akan diceritakan pada siapapun karena itu rahasia kami,” kenang Asmar atas kejadian setahun lalu saat dihadiahi batu tersebut.

Batu itu sendiri, urai Asmar, sempat disimpan selama kurang lebih empat tahun di kamar Antar dan hanya diperlihatkan pada orang-orang tertentu yang datang ke rumahnya. “Pertama kali ditemukan pada 2010. Tiga bulan setelah ditemukan, lalu munculnya batu-batu permata Obi hingga saat ini. Makanya nilai historis dari batu ini sangat tinggi dan tidak akan pernah saya jual pada siapapun dengan nilai berapapun,” kata Asmar.


sumber : okezone.com