Sabtu, 10 Januari 2015

Sekilas Tentang Gamal "Resede"



Kali ini kami akan sedikit membahas tentang pohon gamal. Kalo di tempat kami di daerah Pati Jawa Tengah pohon gamal biasa disebut Resede, di malang sering disebut kelorwono, di jakarta disebut pohon hujan (karena pohon ini mudah ditanam), di bali disebut pohon ampera, dan mungkin masih banyak nama nama yang lain, untuk bahasa latinnya pohon gamal adalah Gliricidia sepium, sedangkan pemberian gamal sendiri yang memberi nama adalah bapak R. Soetarjo Martoatmodjo. Gamal adalah nama cucunya Pak Soetarjo, dan diberi nama seperti nama presiden mesir kala itu Galam Abdul Nasser. Gamal atau Kemal atau Jamal artinya halus. Harapan Pak Soetarjo pohon gamal ini kelak akan mashyur seperti presiden Gamal

Pohon ini menurut kami sangat menarik, selain mempunyai bunga yang indah dan eksotik, pohon ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak yang kaya akan kandungan nutrisi, pohon ini mudah sekali ditanam baik didataran tinggi maupun dataran rendah (adaptif di berbagai daerah). Resede sendiri atau pohon gamal didaerah kami dimanfaatkan sebagai pagar rumah atau penahan erosi di daerah pinggiran sungai.

Pohon ini selain ditanam dengan biji, pohon ini bisa dikembangkan dengan cara stek, cara ini lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan biji, sebab lain menggunakan stek adalah masa panen sendiri yaitu untuk cara tanam menggunakan stek panen perdana bisa dibawah 1 tahun yaitu sekitar 8-10 bulan, sedangkan kalo menggunakan biji masa panen kurang lebih 2 tahun. 

Penanaman setek lebih baik berasal dari batang bawah tanaman yang cukup usia (diatas 2 tahun), diameter batang cukup besar (diatas 4cm) dengan panjang setek bervariasi mulai dari 40cm sampai 1.5m. Jarak tanam juga bervariasi, antara 40 -50cm sampai dengan 1.5 – 5m tergantung kebutuhan. Meskipun kadang-kadang menggugurkan daunnya pada musim kering dan kondisi udara dingin, Gamal dapat dikategorikan sebagai pohon yang selalu hijau (evergreen). Dapat dipanen setiap 3 – 4 bulan sekali, dengan hasil antara 1 – 2 kg hijauan basah per tanaman. G. sepium merupakan tanaman yang cocok untuk tanah asam dan marginal seperti diutarakan oleh Szott et al. (1991). Lebih lanjut, Whiteman et al. (1986) menilai Gamal beradaptasi dengan baik pada tanah dengan kandungan kalsium rendah seperti di Australia. Sayangnya, pada tanah yang mengandung saturasi Alumunium cukup tinggi seperti beberapa daerah di Indonesia, Gamal tumbuh kurang baik dan memiliki tingkat tahan hidup yang rendah.

Sumber : www.kampungternak.com