Senin, 05 Januari 2015

Kambing Ettawa

Kambing Ettawa atau dikenal juga dengan nama Kambing Jamnapari, merupakan jenis kambing unggul yang dapat diternakkan sebagai kambing penghasil susu maupun sebagai kambing penghasil daging.  Kambing Ettawa ini didatangkan dari India.
Pada sekitar tahun 1930-an, pemerintah kolonial Belanda membawa kambing jamnapari dari India ke daerah Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Kambing jamnapari ini kemudian disilangkan dengan kambing lokal (kambing jawa randu atau kacang). Hasil keturunan dari silangan ini dikenal sebagai Kambing Etawa ras Kaligesing.
Kambing memiliki ciri khas pada tekstur kepala menonjol (roman nosed) dan bentuk kuping yang panjang terlipat. Pada awalnya kambing ini dikembangkan untuk breeding dan produksi susu. Namun karena semakin populernya kambing etawa, kambing ini dikembangkan juga untuk kontes. Kambing ini memiliki harga pasaran yang relatif mahal (premium) dibandingkan kambing lainnya.
Hal yang wajib dimiliki untuk kambing etawa yang dikoleksi atau untuk kontes yaitu telinga yang panjang,berlipat&bergelambir, bentuk muka, corak warna dll membuat harga menjadi mahal. Di kalangan penghobi kontes kambing jenis ini beralih fungsi menjadi kambing koleksi, bukan untuk pedaging atau perah. Namun tidak menutup kemungkinan pula kambing etawa untuk breeding adalah kambing etawa yang baik dengan tujuan menghasilkan anakan yang berkualitas pula.
Adapun ciri-ciri kambing Ettawa 
  1. Badannya besar, tinggi gumba kambing jantan 90 cm hingga 127 cm dan yang betina mencapai 92 cm.
  2. Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kg, sedangkan betina hanya mencapai 63 kg.
  3. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah.
  4. Dahi dan hidungnya cembung.
  5. Kambing jantan maupun betina bertanduk pendek.
  6. Kambing Etawa mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. 
   Sumber : berbagai sumber
   Publish  : www.kampungternak.com