Senin, 29 Desember 2014

Beternak Domba Adalah Pekerjaan Nabi Muhammad SAW

Beternak domba adalah pekerjaan Nabi Muhammad SAW. Namun, bukan berarti menjadi peternak domba adalah pekerjaan mulia yang harus dimiliki oleh pengikut Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi, ada makna yang terkandung di dalamnya, kenapa Nabi Muhammad SAW beternak domba padahal beliau adalah utusan Allah dan orang yang paling mulai di dunia ini.
Banyak orang yang menafsirkan secara mentah-mentah. Artinya, mereka menganggap menjadi peternak domba adalah pekerjaan yang paling mulia daripada jenis pekerjaan yang lain karena Nabi sendiri adalah peternak domba. Ternyata, bukan itu intinya. Ada makna mendalam kenapa Nabi menjadi peternak domba.
Mengajarkan Kemandirian
Bukankah Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan yang bagi untuk seluruh umat manusia? Untuk itu, beliau harus mengajarkan kebaikan. Tugas beliau tidak hanya menyampaikan wahyu Allah, tapi juga memberikan contoh kebaikan. Jadi, beliau tidak hanya pandai menyampaikan wahyu Allah, tapi juga pandai memberi contoh kebaikan.
Itulah mengapa beliau menjadi peternak domba. Secara finansial, hidup beliau sudah dijamin oleh pamannya, Abu Thalib. Akan tetapi, hal tersebut tidak lantas membuat beliau tidak mau bekerja. Dalam suatu hadist, beliau mengatakan bahwa beliau pernah menjadi peternak domba. Beliau beternak domba milik penduduk Makkah. Dari beternak tersebut, beliau mendapatkan upah beberapa qirath.
Apa yang ingin disampaikan oleh Rasullah? Bahwa setiap orang muslim harus mandiri, tidak boleh berpangku tangan kepada orang lain walaupun ada orang yang menanggung ekonomi. Begitu juga Nabi Muhammad SAW. Walaupun seluruh kebutuhan beliau sudah ditanggung oleh Abu Thalib, beliau tetap bekerja, yaitu sebagai peternak domba milik penduduk Makkah.
Beternak Domba sebagai Training Menjadi Pemimpin
Terdengar tidak masuk akal memang, tapi benar adanya. Bahwa beternak adalah cara Allah untuk menguji serta mengajarkan Nabi Muhammad SAW bagaiamana menjadi pemimpin. Domba merupakan hewan yang sulit diatur. Domba bergerak kemana saja dan makan apa saja yang ada di sebelah kanan dan kirinya. Jadi, Nabi Muhammad SAW belajar menjadi pemimpin di mana terlebih dahulu beliau harus mampu mengendalikan dan mengatur domba. Itulah mengapa Nabi Muhammad SAW mampu memimpin rakyatnya yang majemuk.
Jadi, itulah mengapa Nabi Muhammad SAW beternak domba. Sementara itu, Anda juga jangan salah memaknai pekerjaan Nabi tersebut. Bukan berarti Nabi Muhammad SAW itu orang yang kurang berwibawa karena beternak domba. Justru ada makna yang mendalam kenapa Nabi dulunya adalah peternak domba.

Selain itu, Anda juga jangan salah menafsirkan bahwa menjadi peternak domba adalah pekerjaan paling mulia karena beternak domba adalah pekerjaan Nabi Muhammad SAW. Ini adalah penafsiran yang kurang tepat. Pekerjaan yang mulia adalah pekerjaan yang dijalankan sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi, yaitu pekerjaan yang membuat seseorang mandiri secara finansial dan juga menjadi lebih dewasa dan matang seperti Rasulullah.